Semarang (5/1/2026) – Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) turut berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah, serta didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, dengan rangkaian acara utama berupa edukasi kesehatan Tuberkulosis (TBC) serta skrining kesehatan gratis bagi peserta kegiatan Hari Amal Bakti. Partisipasi Jurusan RMIK difokuskan pada dukungan literasi kesehatan masyarakat serta pendampingan kegiatan skrining sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pencegahan penyakit menular.
Masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Tuberkulosis menjadi tantangan serius dalam upaya pengendalian penyakit menular. Melalui kolaborasi ini, edukasi TBC disampaikan secara langsung kepada masyarakat dengan memanfaatkan jaringan luas Kementerian Agama, mulai dari madrasah, pondok pesantren, hingga penyuluh agama di tingkat desa.
Ketua PPTI Wilayah Jawa Tengah, dr. Hartanto, menyampaikan bahwa TBC bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila ditangani dengan tepat. Edukasi ini juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Masyarakat diimbau untuk tidak mengucilkan penderita, melainkan mendukung agar patuh menjalani pengobatan hingga tuntas.
Selain edukasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan skrining kesehatan paru gratis, termasuk pemeriksaan rontgen dan konsultasi dokter. Layanan skrining menargetkan ratusan peserta sebagai langkah deteksi dini TBC. Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai gejala TBC seperti batuk berdahak berkepanjangan, demam, keringat malam, serta penurunan berat badan.
Melalui kegiatan ini, Jurusan RMIK menegaskan komitmennya dalam mendukung program promotif dan preventif di bidang kesehatan, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC sesuai slogan nasional “TOSS TBC: Temukan, Obati Sampai Sembuh.”